Saat
liburan seperti ini adalah saat yang paling ku nantikan. Aku ingin pergi
meninggalkan dunia keseharianku dan menghirup udara segar di tempat lain walau
hanya sebentar. Kali ini aku akan menghabiskan waktu liburanku bersama keluarga
besar ibuku. Meski hanya ke daerah pegunungan di Bandung, ini cukup bagiku
untuk sekedar mencuci mata dan juga pikiran.
Acara
ini memang diadakan setiap tahun oleh keluarga besar ibuku di tempat yang
berbeda. Satu bulan sebelum liburan aku pun sudah menantikan saat ini. Bisa
berkumpul bersama keluargaku dan juga melupakan sejenak semua beban yang ada.
Namun aku harus kembali mendesah kesal. Perjalanan kami tidak begitu lancar
karena kemacetan yang begitu panjang. Maklumlah hari liburan seperti ini.
Di
dalam mobil pun tak banyak aktivitas yang dapat ku lakukan. Di tambah lagi
sinyal yang buruk di daerah ini. Semakin bosanlah aku menatap mobil dan motor
yang begitu banyak dan kacau itu. Aku tak dapat tidur bila dalam perjalanan.
Semua jenis camilan telah aku makan hingga bosan. Muncullah ide konyolku. Aku
mengeluarkan handphone dari dalam tas kecilku dan mulailah aku memotret keadaan
sekitar. Aku tidak memotret pemandangan alam, namun aku memotret pemandangan
kemacetan dengan tingkah manusia yang konyol pada kemacetan itu.
“Hei,
De Nayla. Udah gede, ya!” sapa salah seorang saudaraku begitu aku telah sampai
di tempat tujuan.