Kuliah Pasti Lelah

Hai!

Setelah lama ga ketemu via tulisan di blog ini, akhirnya aku nulis lagi. Postingan terakhir bicara tentang pengalaman pergi ke negara tirai bambu dan sampai saat ini part 2-nya masih berupa draft. Padahal udah hampir setengah tahun beranjak, ternyata sulit juga untuk memulai menulis lagi. Apalagi di tengah ke-riweuh-an semester 6, makin sulit untuk menyempatkan diri berdiam lama di depan laptop. Lebih tepatnya berdiam diri di depan laptop untuk mengetik sesuatu. Kalau berdiam diri di depan laptop sambil nonton film itu sih betah banget. Jangankan nulis blog, nulis laporan praktikum pun butuh niat yang besar. 

Alhamdulillah saat ini banyak tersedia waktu lowong, berhubung masa kuliah udah selesai di akhir April lalu dan masa ujian juga udah selesai. Sebagai mahasiswi kimia, praktikum di laboratorium udah jadi salah satu kebiasaan yang mendarah daging, karena ya memang dasarnya kimia adalah riset. Meskipun di semester ini jumlah praktikum wajib yang dilaksanakan ga sebanyak semester 5, nyatanya semester 6 ini juga banyak tantangan akademiknya.
Harus aku akui, semester ini aku jadi lebih banyak baca jurnal penelitian. Iya, tuntutan tugas sebenernya. Belum murni secara pribadi untuk iseng-iseng baca. Dulu waktu baru naik ke tingkat dua aja rasanya baca judul jurnal, kepala langsung nyut-nyutan. Ini apa sih maksudnya, saking ga ngerti sama judulnya. Sekarang alhamdulillah ya mulai terbiasa pelan-pelan meskipun baru terbiasa baca judul dan bagian pendahuluan beserta abstraknya.

Jadi, yang mau aku ceritakan sekarang tentang hal utama yang 'memaksa' aku terbiasa baca jurnal-jurnal internasional. Hal-hal berikut sebenarnya merupakan kewajiban dalam akademik dan merupakan warna yang memang harus ada di jurusanku sendiri. Akhirnya lambat laun jadi rutinitas yang mempengaruhi kebiasaan hidupku. 


1. Laporan praktikum

Adanya praktikum yang udah terjadwal secara rutin tiap pekannya bikin aku ga bisa diganggu gugat setiap H-1 menjelang praktikum. Udah ada hal wajib yang perlu disiapkan buat besok harinya, salah satunya laporan praktikum. Di semester 6 ini, nyusun laporan lumayan enjoy, mungkin karena semester lalu udah biasa dibantai empat laporan dalam satu minggu sedangkan semester ini cuma dua laporan. Meskipun begitu, menyusun laporan tetap butuh waktu sendiri dan harus fokus. Kegiatan nyusun laporan ini memaksa aku baca jurnal-jurnal internasional karena dituntut adanya pembahasan berdasarkan sumber yang dapat dipercaya.
Laporan-laporan praktikum


2. Tes awal

Sebelum memulai praktikum, ada tes awal yang diadakan untuk mengetes praktikan tentang materi seputar percobaan yang akan dilakukan pada praktikum hari itu. Tes ini diadakan tertulis dan kalau nilai tes tersebut kurang dari 50 maka harus ikut tes lisan. Tes lisan ini sebenarnya sangat dihindari sama teman-teman termasuk aku sendiri karena suasananya yang tergambarkan mencekam (lebay). Makanya dibutuhkan usaha lebih untuk mempersiapkan tes tulis ini. Nah, salah satu sumber yang bisa dijadikan bahan belajar selain buku acuan adalah jurnal-jurnal yang berkaitan dengan percobaan hari itu.



3. Tugas akhir semester

Nah tugas yang dibahas di sini merupakan tugas yang baru pertama kali muncul di penghujung tingkat 3 ini. Tugas-tugas akhir itu di antaranya tugas menyusun proposal penelitian dan ada juga tugas untuk melakukan suatu percobaan yang disiapkan sendiri dari awal. Kedua tugas ini paling besar kontribusinya dalam 'pemaksaan' membaca jurnal ilmiah internasional. Dalam proposal penelitian dituntut harus ada banyak literatur yang disitasi untuk mengarahkan penelitian yang akan dilakukan nantinya. Tugas percobaan juga harus dimulai dari cari-cari jurnal sampai akhirnya menemukan jurnal dengan alat dan bahan yang ada di laboratorium serta dengan cara kerja yang memungkinkan dikerjakan dalam waktu singkat. Pelaksaan percobaan tersebut pun ternyata ga mudah, sampai akhirnya harus ganti percobaan yang berbeda karena gagal di tengah jalan. Ganti jurnal juga tidak seindah yang dibayangkan, ujungnya tetap gagal. Keriweuhan tentang percobaan yang menghasilkan gas nitrogen dioksida berbahaya dapat sedikit tergambarkan dari video ini.




Siang-siang liat larutan hasil percobaan serasa liat minuman segar


Kadang kegiatan akademik terdengar sederhana, tapi nyatanya banyak halangan yang memicu untuk mengeluh. Kadang terasa capek banget, pusing, ga paham lagi sama tugas dan materi-materi. Sering juga merasa bosan, butuh hiburan atau rehat sekadar. Ini baru pusing sama akademik, belum ditambah pusing sama kegiatan-kegiatan di organisasi. Walaaaah, rasanya mau hibernasi.

Di penghujung semester ini khususnya, aku merasa lelah banget, baik fisik maupun pikiran. Lelah fisik karena harus ke lab untuk percobaan yang ternyata tak jelas hasilnya dan lelah pikiran karena harus mempersiapkan ujian. Di saat-saat seperti itu fisik harus dijaga banget. Kalau fisik sampai drop, bisa-bisa makin ga kesentuh itu tugas-tugas dan kewajiban lainnya. Sebenarnya gampang menjaga fisik tetap sehat, salah satunya mengatur pola hidup. Tapi sejujurnya ngurus tugas aja pusing, ini harus ngatur pola hidup pula. Duh, ribet rasanya.

Salah satu pola hidup yang bisa aku usahakan untuk aku jaga adalah tidak begadang. Lain halnya dengan mahasiswa lain yang mengeluh ngantuk karena baru begadang untuk menyelesaikan tugas dengan deadline yang telah di depan mata, keluhan aku ga seperti itu. Bukan, bukan karena aku anak rajin yang udah ngerjain tugasnya jauh-jauh hari. Aku bahkan seorang deadliner parah. Tapi yaaa aku lebih milih ngerjain pagi-pagi daripada harus begadang sampai pagi. Aku emang tipe yang ga kuat melek sampai tengah malam. Aku lebih memilih untuk tidak membiasakan begadang. Aku memang belum bisa membiasakan hal-hal baik, tapi setidaknya bisa dimulai dengan cara mengurangi kebiasaan buruk. Karena sampai detik ini aku belum bisa membiasakan pola hidup sehat dengan olahraga jadi setidaknya aku bisa mengatur hidup sehat melalui istirahat dengan benar.

Selain tidak membiasakan begadang, kebiasaan lainnya yang saat ini aku tekankan adalah makan teratur, sering minum air putih, dan membatasi konsumsi snack kemasan. Untuk yang terakhir sebenarnya aku juga gatau apa efeknya, cuma ya sebisa mungkin aku mengurangi makanan dengan perasa yang berlebihan. Aku juga termasuk orang yang anti minuman bersoda dan beberapa bulan ini juga menghindari kopi. Aku selalu merasa pencernaanku ga baik-baik aja setelah minum soda, mungkin karena efek di tenggorokan yang 'nyelekit' kali ya. Kalau kopi sendiri, sejujurnya itu ampuh untuk bikin mata sadar, tapi ga ampuh untuk bikin pikiran sadar jadi ya percuma ga bisa ngerjain apa-apa meskipun mata melek. Kopi juga bikin efek yang berat buat tubuh aku. Padahal dulu aku termasuk pecinta kopi, tapi sekarang harus mengucapkan selamat tinggal kepada kopi.

Selain makanan, aku juga menghindari obat. Sangat menghindari. Kalau sakit aku ga minum obat apapun, cuma istirahat dan makan yang benar. Aku rasa tubuh punya mekanisme tersendiri untuk menyembuhkan penyakit itu, selain itu aku ga mau memperberat kerja hati dengan memasukkan obat-obatan. Kecuali terpaksa. Obat yang terakhir aku minum itu di bulan April tahun ini, dan sebelumnya sekitar bulan Februari 2016. Iya itu terpaksa karena kebetulan pas sakit lagi bareng orang lain dan ga enak ngerepotin mereka.

Biasanya kalau udah mulai kerasa capek atau merasa gejala sakit, aku cari minuman/makanan yang anget-anget. Favoritku jahe untuk mengatasi sakit. Kadang kalau capek juga maunya malah minum yang dingin-dingin. Biasanya kalau udah gini aku cari teh manis atau susu cokelat. Simpel.

Sampai akhirnya nemu Herbadrink.

Buat yang belum tau apa itu Herbadrink, singkatnya ini adalah serbuk minuman dengan varian minuman-minuman tradisional seperti sari jahe, beras kencur, sari temulawak, asam kunyit dan berbagai varian lainnya.

Happy banget nemu produk ini! Praktis, tapi tetap alami.

Salah satu varian yang udah pernah aku coba dari produk keluaran Herbadrink ini yaitu Sari Temulawak. Sejujurnya aku penasaran juga sama temulawak, karena yang paling sering digemborkan dari temulawak ini yaitu klaimnya dapat meningkatkan nafsu makan. Wah, kalau nafsu makan meningkat barangkali berat badan juga bertambah. Ya aku akui, berat badanku di bawah ideal. Aku lagi cari berbagai cara untuk ningkatin berat badan dan kebetulan nemu produk sari temulawak dari herbadrink ini. Barangkali bisa berkontribusi untuk meningkatkan berat badanku.

Herbadrink Sari Temulawak ini menurutku punya rasa yang keasam-asaman dan asamnya ini cukup kuat. Pernah aku coba minum ini dengan ditambah gula, tapi tetap manisnya ga kerasa karena kalah sama rasa asli dari minuman ini. Sebelum minum herbadrink sari temulawak ini, aku belum pernah nyicip minuman/makanan apapun yang mengandung temulawak, makanya agak 'kaget' pas pertama kali coba minuman ini. Tapi karena rasanya yang asam tersebut bisa buat aku jadi melek dan segar lagi. Say good bye to 'ngantuk'! Setelah coba pertama kali, rasa herbadrink sari temulawak ternyata cocok di lidah aku. Akhirnya jadi ketagihan sama minuman ini. Sekarang minuman ini  jadi salah satu hal wajib yang masuk di daftar "hal-hal yang dibutuhkan ketika lelah".

Seriously, menyesap minuman ini perlahan bisa bikin damai datang merayap. Tubuh jadi relax lagi setelah capek-capek seharian. Apalagi setelah melakukan percobaan untuk tugas akhir semester yang gagal terus, buat aku minuman ini jadi salah satu peredam segala kejenuhan. Minum herbadrink sari temulawak di pagi hari sebelum beraktivitas bisa buat tubuh lebih segar untuk memulai hari. Selain itu minuman ini buatku juga bisa jadi pengganti kopi karena juga bisa mengusir ngantuk. Minuman ini bisa diseduh dengan air panas atau air dingin. Sayangnya, di kosanku ga ada kulkas, jadi aku belum pernah coba minum dingin-dingin. Kayaknya bakal segar banget diminum dalam keadaan dingin.

Senangnya menemukan minuman yang bisa memanjakan tubuh. Minuman ini juga dapat menjaga kesehatan tubuh. Minuman ekstrak yang memiliki manfaat ekstra.

Selamat menikmati relaxing time masing-masing bersama herbadrink sari temulawak!


PS: Bagi yang penasaran tentang manfaat dan kandungannya bisa dicek lebih lanjut di web herbadrink sari temulawak.



Bandung

-Nna-

Herbadrink Blog Compeition: Life Style Story with Sari Temulawak

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

0 comments:

Posting Komentar